BRMP Kalsel Sosialisasikan Brigade Pangan di Desa Thaibah Raya,Kabupaten Banjar
BANJAR (brmp-kalsel) --- Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi pembentukan Brigade Pangan di Desa Thaibah Raya, Kecamatan Tatah Makmur, Kabupaten Banjar, Jumat (29/8/2025). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan program Optimasi Lahan (Oplah) tahap II seluas 152 hektar.
Acara dihadiri berbagai pihak, mulai dari Koordinator dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Tatah Makmur, Kapolsek, Babinsa, Kepala Desa Thaibah Raya, kelompok tani, hingga calon pengelola Brigade Pangan.
Dalam sambutannya, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tatah Makmur, Achmadi, SP, menegaskan bahwa Brigade Pangan merupakan program Presiden Prabowo yang tertuang dalam Asta Cita.
“Program ini harus didukung oleh semua pihak, karena menyangkut kedaulatan pangan bangsa,” ujarnya.
Sosialisasi disampaikan langsung oleh penyuluh pertanian BRMP Kalimantan Selatan, Harun Kurniawan, M.Si. Ia menekankan bahwa tujuan Oplah adalah meningkatkan produksi pangan melalui peningkatan indeks pertanaman. “Kalau biasanya lahan rawa hanya ditanami sekali, dengan optimasi bisa dua bahkan tiga kali tanam. Pemerintah pun telah menjamin harga hasil panen,” jelasnya.
Harun juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam keberlanjutan program ini.
“Pertanyaannya, siapa yang akan menggarap tanam kedua? Pemerintah ingin melibatkan generasi milenial. Tantangannya, maukah mereka terjun ke sawah? Karena itu harus ada insentif, yakni pertanian modern, menguntungkan, dan berbasis teknologi,” paparnya.
Sebagai langkah awal, sebanyak 15 petani milenial dibentuk dalam organisasi Brigade Pangan untuk mengelola lahan Oplah sekitar 200 hektare. Mereka akan didukung dengan alat dan mesin pertanian modern.
Lebih lanjut, Harun menegaskan bahwa tugas utama Brigade Pangan adalah mengelola lahan Oplah untuk meningkatkan indeks tanam dan produktivitas, dengan pola kemitraan bersama pemilik lahan melalui sistem bagi hasil. “Pendampingan dari penyuluh, Babinsa, dan kepolisian sangat diperlukan agar program ini berjalan optimal,” tambahnya.
Program Brigade Pangan diharapkan mampu menjadi motor penggerak regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(/snh)